Lanskap bisnis modern kini tengah bertransformasi. Praktik ESG yang berakar dari konsep manajemen berkelanjutan kini telah berkembang menjadi tolok ukur baru bagi ketahanan dan kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab.
Di Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan kekayaan alam dan budaya, urgensi ini terasa semakin nyata. Dengan ribuan pelaku industri hospitality yang tersebar di seluruh penjuru negeri, dorongan untuk beradaptasi dengan perubahan ini pun kian menguat.
Kini, praktik ESG sudah melampaui sekadar checklist dalam manajemen risiko, dan mulai menjadi bagian yang melekat dalam pengalaman pengunjung itu sendiri. ESG hidup melalui penerapan nyata desain yang lebih ramah lingkungan, serta ketulusan layanan dari sumber daya manusia yang diberdayakan sehingga menjadi lebih kompeten di bidangnya. Ketika sebuah organisasi mengedepankan transparansi yang nyata, kepercayaan pun tumbuh, hal ini menjadi nilai penting yang dicari oleh para pelancong masa kini maupun investor global.
Bagi sektor yang sangat bergantung pada infrastruktur fisik dan kelestarian destinasinya, pergeseran ini menegaskan satu hal, yaitu model bisnis berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan berkembang di masa depan. Dalam industri hospitality, dampak lingkungan dan sosial menjadi aspek yang begitu melekat dalam menjalankan operasional sehari-hari, hal ini pun menjadi komitmen yang tak terpisahkan.
Untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman di sektor ini, Tri Hita Consulting mempersembahkan:
“Trihitalks #4: Dampak ESG di Luar Manajemen Risiko – Contoh dari Industri Hospitality”
📅 Hari/Tanggal: Jumat, 24 April 2026
🕑 Waktu: 14.00 – 16.00 WIB (GMT+7)
🗣 Bahasa: Bahasa Indonesia & English
🔗 Daftar di sini: bit.ly/trihitalks-4





