Menghubungkan Isu Iklim dengan Keuangan: Tri Hita Consulting Fasilitasi Pelatihan CRMS untuk MUFG

Seiring dengan perubahan iklim yang mengubah lanskap keuangan, kerangka kerja peraturan di Indonesia terus berkembang untuk memastikan bahwa lembaga-lembaga keuangan dapat mengatasi risiko lingkungan. Pedoman Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandai langkah penting dalam mengintegrasikan pertimbangan terkait iklim ke dalam sistem keuangan, yang mendorong bank untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengungkapkan risiko iklim di dalam portofolionya.

Menjawab kebutuhan ini, Tri Hita Consulting menjalin kerja sama dengan PT Bank MUFG Bank, Ltd. (MUFG) untuk menyelenggarakan pelatihan khusus yang dirancang guna membekali para pegawai MUFG dengan pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan dalam penerapan CRMS. Pelatihan ini berlangsung secara tatap muka selama dua hari di Hotel Fraser, Jakarta, dan melibatkan peserta dari berbagai direktorat dan divisi, termasuk Credit Risk, Risk Management, Credit Analysis, Accounting, IT Operations, Japanese Corporate Banking, Internal Audit, Compliance, serta General Administration.

Pelatihan ini dibuka dengan diskusi dasar mengenai ilmu pengetahuan tentang perubahan iklim, urgensi aksi iklim, dan meningkatnya eksposur lembaga keuangan terhadap risiko fisik dan transisi. Para peserta diperkenalkan pada peran strategis yang dapat dimainkan bank dalam mendukung transisi rendah karbon. 

Setelah membangun pemahaman dasar, sesi pelatihan berlanjut ke materi teknis mengenai pengukuran emisi gas rumah kaca (GRK), khususnya emisi yang berasal dari kegiatan pembiayaan. Peserta diperkenalkan pada standar internasional seperti Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF), yang menjadi rujukan utama dalam penyusunan laporan emisi sesuai dengan panduan OJK.

Simulasi perhitungan emisi menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Peserta bekerja secara berkelompok untuk menerapkan metodologi penghitungan terhadap skenario portofolio pinjaman yang bersifat hipotetik. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan data, seluruh peserta mampu menyelesaikan latihan dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas divisi. Diskusi yang terjadi menunjukkan kemampuan peserta dalam memahami logika perhitungan GRK dan meningkatkan kepercayaan diri untuk menerapkannya dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Pendekatan interaktif ini juga membantu menjembatani konsep-konsep yang sebelumnya dirasa kompleks.

Untuk mendukung keberlanjutan integrasi CRMS dalam proses internal, Tri Hita Consulting merekomendasikan pembentukan task force lintas fungsi di lingkungan MUFG. Tim ini diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi, memfasilitasi komunikasi antar unit kerja, menyelaraskan upaya pelaporan risiko iklim, serta memastikan pemenuhan kewajiban regulasi secara tepat waktu. Dengan membangun struktur internal ini sejak awal, MUFG dapat merespons ekspektasi ke depan secara lebih efektif sekaligus menanamkan kesadaran akan risiko iklim dalam operasional perusahaan.

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dari regulator terhadap pengungkapan risiko iklim, MUFG menunjukkan pentingnya meningkatkan kapasitas sejak dini. Melalui pelatihan yang disesuaikan, pendampingan strategis, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif, Tri Hita Consulting terus mendukung lembaga keuangan dalam menerjemahkan regulasi menjadi strategi yang konkret dan berkelanjutan.

You might also like