Untuk mewujudkan industri nasional yang kompetitif dan rendah emisi, Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan Dekarbonisasi Industri yang mencakup sembilan subsektor prioritas dengan konsumsi energi tinggi, termasuk baja. Peta jalan ini menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 34% pada tahun 2035 khusus subsektor tersebut.
Mewujudkan ambisi ini mengharuskan perusahaan untuk merealisasikan target-target tingkat tinggi menjadi tindakan konkret di lapangan, termasuk inisiatif untuk mengintegrasikan tata kelola yang kuat sebagai inti dari praktik-praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST). Dengan demikian, perusahaan dapat membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan, mengelola risiko secara lebih efektif, dan memastikan stabilitas jangka panjang sambil berkontribusi pada tujuan dekarbonisasi Indonesia.
Tri Hita Consulting bekerja sama dengan para pelaku industri untuk mewujudkan hal ini.

Bulan lalu, kami berkolaborasi dengan PT Indonesia Steel Tube Works (ISTW) untuk meningkatkan praktik tata kelola mereka melalui program pengembangan kapasitas di kantor pusat mereka di Jakarta. Kegiatan ini diikuti tiga puluh peserta dari berbagai divisi, mulai dari Business Development, Operations, Purchasing, Sales, Finance, IT, HR, hingga Logistics.
Sesi tersebut dipandu oleh Konsultan Pengembangan Kapasitas kami, Giovanni Lucky Hartanto, bersama dengan Ahli Tata Kelola kami, Julia Rahmi. Dirancang untuk interaktif, sesi ini membantu peserta memahami tidak hanya pentingnya tata kelola yang baik secara teoritis, tetapi juga cara praktis untuk menerapkannya dalam konteks spesifik ISTW.
Peserta diajak untuk meninjau struktur organisasi ISTW, mengeksplorasi cara memperkuat peran, tanggung jawab, dan alur koordinasi guna mendukung tata kelola yang efektif. Diskusi ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana praktik yang ada dapat ditingkatkan untuk memperkuat akuntabilitas dan memfasilitasi kolaborasi antar fungsi. Peserta bersama-sama mengembangkan Indikator Kinerja Utama (IKU) lintas departemen. Pembahasan menyoroti bagaimana ukuran kinerja dapat disempurnakan agar lebih selaras dengan prinsip LST perusahaan.

Melalui inisiatif ini, ISTW telah mengambil langkah menuju penguatan tata kelola dalam operasinya, dan kami bangga dapat mendukung mereka dalam perjalanan ini.
Lalu, bagaimana dengan organisasi kalian?





