Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia 2025 menandai perubahan signifikan dalam ambisi iklim nasional. Beralih dari target penurunan emisi berbasis persentase, Indonesia kini berkomitmen untuk mencapai tingkat emisi absolut hingga tahun 2035. SNDC telah menetapkan jalur emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2030, kemudian menurun secara bertahap. Hal ini sejalan dengan Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR), serta target nasional untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Meskipun SNDC mengandalkan penyerapan karbon di sektor Forestry and Other Land Use (FOLU), pemerintah juga mendukung pertumbuhan sektor hijau, khususnya di bidang energi. Saat ini, Indonesia mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan pembiayaan aktivitas hijau terutama pada efisiensi energi. Oleh sebab itu, memperluas pembiayaan pada efisiensi energi tidak hanya selaras dengan prioritas nasional, tetapi juga penting untuk mewujudkan komitmen SNDC ke dalam aksi iklim yang nyata dan terukur.
Di Tri Hita Consulting, kami membantu organisasi mengubah ambisi ini menjadi tindakan nyata. Kami mendukung pengelolaan karbon yang kredibel, membantu perusahaan meningkatkan kualitas data GRK, dan membimbing langkah inisiatif efisiensi energi mereka.














